Zoengenep’s Blog

macam macam pondasi

PONDASI STAAL

1
Pondasi staal dipergunakan di atas tanah kuat/baik yang letaknya tidak
dalam. Pada umumnya dari permukaan tanah sedalam 50 cm, terdapat
tanah yang disebut tahan humus, yaitu lapisan tanah yang mengandung
campuran bekas cabang-cabang kayu kecil-kecil, sampah, dan sebagainya.
Diatas tanah semacam ini tidak dapat diletakkan pondasi karena ada
kemungkinan pondasi akan turun akibat menjadi padatnya tanah humus
yang diakibatkan muatan diatas tanah tersebut. Penurunan pondasi yang
merata tidak menimbulkan kesulitan, karena apabila konstruksi bangunan
gedung diatas pondasi dapat turun secara merata pula. Tetapi apabila
penurunan pondasi tidak dapat merata, maka kerusakan-kerusakan akibat
penurunan ini tidak dapat dihindarkan. Kerusakan-kerusakan tersebut
misalnya berupa :
a. pecah/retaknya tembok-tembok.
b. pintu/jendela tidak dapat dibuka.
c. atap berubah bentuk.
d. dan lain-lain kerusakan.
Oleh karena itu lapisan tanah humus harus digali dan dibuang ke tempat lain.
Perletakan dasar pondasi staal ditetapkan lebih dalam dari lapisan tanah
humus (?30 a 50 cm atau, lebih dalam) agar diperoleh kepastian tanah yang
cukup kuat dan memenuhi syarat. Sehingga kedalaman rata-rata dari
pondasi staal berkisar antara 80 a 100 cm dari permukaan tanah.
Dasar perhitungan pondasi staal adalah perlebaran/perluasan dasar
pondasi terhadap tebal tembok dengan maksud agar supaya ada pembagian
yang lebih merata dari gaya -gaya yang ditimbulkan muatan diatasnya pada
tanah di tempat pondasi diletakkan pada tiap satuan luas dalam kg/cm2.
Oleh karena itu pondasi staal merupakan pondasi ringan, artinya hanya
mendukung muatan konstruksi bangunan gedung yang kurang berat, maka
perlebaran/perluasan dasar pondasi dapat ditetapkan 2 ½ a 3 x tebal
tembok. Walaupun demikian dalam menentukan ukuran luas dasar pondasi
harus diperhitungkan muatan dari bangunan diatasnya.
Pondasi staal dapat dibuat dari pasangan batu merah, pasangan batu
kali/alam dan beton tidak bertulang/bertulang atau gabungan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Blog di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: